Penyebab & Cara Mengatasi Bayi Terus Menangis (Kolik)

SHARE:

Menangis adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan bayi. Lain halnya bila bayi menangis terus menerus sukar dihentikan, ini akan membuat orangtua cemas. Apa ada yang salah pada tubuhnya?

Pada dasarnya, menangis merupakan curahan ekspresi bayi mengenai berbagai hal, seperti ungkapan rasa lapar, tidak nyaman, lelah, nyeri, takut. rasa tidak nyaman ini bisa karena bayi kencing, buang air besar, kegerahan, kedinginan atau merasa gatal. Ada kalanya tidak mudah bagi orangtua mengerti arti tangis bayi.

Kegiatan menangis yang wajar pada bayi, sampai usianya 6 minggu, lama setiap kali menangis memang bertambah. Kemudian berangsur-angsur berkurang sampai umurnya 4 bulan. Karena itu, bila bayi menangis berlebihan, ini suatu tanda tanya bagi orangtua. Yang pertama perlu dicurigai dan tergolong serius, mungkin terdapat kelainan organik yang membahayakan jiwa bayi dan perlu penanganan segera. Contohnya, radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jantung, usus terputar, buah zakar terputar dan keadaan gawat perut. Bila ternyata tidak ditemukan kelainan organik, kemungkinan bayi terserang kolik.

Terjadi Malam Hari

Dengan demikian, bila bayi menangis berkepanjangan bukan karena faktor kelainan organik, berarti bayi menderita kolik. Penyebabnya bisa karena demam, perut kembung, diare, lapar, sembelit atau gangguan pencernaan lain. Kelihatannya faktor penyebabnya tidak terlalu serius, namun bagi orangtua cukup mengkhawatirkan karena bayi terus menangis. Terkadang bayi masih terus menangis padahal sudah diberi makan dan minum banyak. Memang, hal ini juga bisa membuat bayi terserang kolik, karena perut terlampau renggang sehingga terasa nyeri di perut.

Salah cara menyusui atau memberikan susu botol pun dapat menjadi salah satu penyebab. Bayi terlalu banyak menelan udara. tanda-tanda bayi menderita kolik, mukanya memerah atau mimiknya tampak aneh yang kemudian diikuti dengan menarik kakinya ke atas disertai tangisan kuat terus menerus.

Kolik menyerang kira-kira 15-25% bayi. Serangan kolik bervariasi, bisa hanya berupa bayi tampak bingung atau menangis tiada henti. Biasanya mengenai bayi umur beberapa minggu dan umumnya berakhir atau sembuh dalam tempo 3 - 4 bulan.

Bayi sering mengalami kolik malam hari, tengah malam biasanya, meski dapat pula pada siang hari. Di luar waktu serangan bayi baru dapat tidur nyenyak.

Konsultasi Ke Dokter

Hal pertama yang harus dilakukan orangtua bila bayi mengalami kolik, periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah bayi menangis karena menderita penyakit berbahaya. Misalnya radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jatuh. Kalau ternyata tidak, dicari kemungkinan lain yang biasanya berhubungan dengan pencernaan.

Untuk menenangkan bayi yang menangis, banyak cara bisa dilakukan orangtua. yang tradisional misalnya dengan membuainya di ayunan. Atau mengajak bayi berjalan-jalan di kereta dorongnnya.

Bunyi-bunyian pun sering efektif menenangkan bayi. Yang sering manjur misalnya suara kipas angin, musik. Tampaknya suara-suara tersebut mirip dengan bunyi-bunyian yang sering didengarnya dalam kandungan. Di luar negeri sudah ada pabrik yang memproduksi peralatan yang khusus mengeluarkan bunyi-bunyian seolah mirip suara desah pembuluh darah di dalam rahim ibu.

Beberapa ahli memberi anjuran lain untuk mengatasi kolik yaitu dengan pemijatan ringan. Bila bayi masih terus saja menangis, mungkin ada sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya.

Tindakan Selanjutnya:

1. Susuilah dengan teknik yang benar.
Bila bayi sedang kolik, secepatnya beri ASI dengan cara menyusui dengan benar. Mulut bayi berada tepat pada puting susu ibu. Bila cara menyusuinya tidak benar, selain ASI yang masuk kurang, bayi juga akan menelan udara berlebihan. Lama menyusui harus diperhatikan pula. Kalau cuma sebentar, sama saja bayi hanya meminum susu awal, yang banyak mengandung laktosal (gula susu) tetapi rendah kandungan lemak dan protein. Akibatnya bayi kurang puas lalu menangis. Masuknya laktosa yang tinggi ini pun akan menimbulkan gangguan penyerapan laktosa yang membuat perut bayi kembung dan nyeri.

2. Jangan Mengkonsumsi Makanan, Mengandung Susu Sapi
Bila teknik menyusui telah diperbaiki, tetapi gejala kolik masih belum hilang, sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi makanan yang terbuat atau mengandung susu sapi. Sebab, bila bayi alergi terhadap susu sapi, maka ASI yang mengandung protein susu sapi dapat pula menyebabkan kolik. Bila si ibu dengan cara diet susu sapi, bayi belum memperlihatkan perbaikan dalam 4-5 hari, maka ibu dapat meneruskan kembali makanan seperti semua. Akan tetapi bila ternyata ada perbaikan dalam diri bayi, maka diet ibu yang bebas susu sapi harus terus dipertahankan selama 3 sampai 4 minggu atau mungkin lebih.

Menurut peneliti, sekitar sepertiga kasus kolik pada bayi timbul karena bayi alergi terhadap susu sapi, meski biasanya tidak berlangsung lama. Umumnya bayi sudah bisa beradaptasi menerima susu sapi pada usia 6 bulan atau setahun.

Lantas bagaimana dengan bayi yang tidak memperoleh ASI, hanya mendapat susu formula? Bisa diatasi dengan diatasi dengan memberikan susu formula yang tidak mengandung protein susu sapi dan formula susu kedelai dapat pula digunakan.

3. Perhatikan Susu Botol
Bila bayi sejak lahir minum susu formula, tidak mendapatkan ASI karena si ibu sedang sakit, maka hal pertama yang mesti diperhatikan bali bayi mengalami kolik, apakah teknik pemberian susu botol sudah betul, sudah cocokkah besar kecilnya lubang dot botol susu. Sebab kalau lubang dot kecil susu yang terisap hanya sedikit justru udara yang banyak tertelan. Banyaknya udara yang masuk ini mengakibatkan kembung, yang membuatnya menangis terus.

Periksa juga apakah pengenceran susu sudah sesuai dengan petunjuk pada label kemasan, tidak terlalu encer atau tidak terlalu pekat. Jika terlalu encer, bayi akan cepat merasa lapar, sedangkan terlalu pekat akan menimbulkan diare dan kembung. Juga perlu diperhatikan apakah jumlah susu yang diminum bayi telah mencukupi. Sebagai patokan, dalam 24 jam bayi harus minum sedikitnya 150 ml per kilogram berat badan. Bayi berumur 5 bulan dengan berat badan 6 kilogram, harus minum susu sebanyak 900 ml dalam 24 jam.

4. Hindari Ganti-ganti Susu Formula
Karena cemas melihat bayinya menangis tak henti, ibu sering pula mengganti susu formula tanpa setahu dokter. Sebenarnya, tanpa indikasi yang jelas, tindakan ibu ganti-ganti merk susu justru tidak bermanfaat.

5. Obat-obatan sangat terbatas
Sangat jarang digunakan obat untuk mengatasi kolik pada bayi. Bermacam-macam obat telah dicoba, tetapi hasilnya mengecewakan. Lagi pula, pemberian obat ini dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan.

Yang juga perlu ditangani justru anggota keluarga. Karena, mereka ikut stres melihat dan mendengar tangis bayi yang tidak henti serta tampak kesakitan. Orangtua merasa bersalah dan gagal, karena segala upaya menenangkan bayi sia-sia saja, bahkan menambah tangisnya. Situasi perasaan yang demikian akan menambah buruk suasana, bayi bertambah stres akibat orangtua merasa tidak aman. Hal ini akan membahayakan emosional bayi.

Dalam kondisi seperti ini, sangat dibutuhkan dukungan keluarga atau teman. Carilah seseorang yang dapat diajak berbagi rasa atau unek-unek. Juga, tidak ada salahnya bila untuk sementara waktu bayi dijaga atau diawasi oleh anggota keluarga lainnya, misalnya mertua atau baby sitter. Agar orangtua dapat santai sejenak melepaskan situasi tegang tersebut.

Namun, yang penting, upayakan mengatasi kolik sedini mungkin. Bila kehidupan bayi diawali dengan suasana perasaan yang menyenangkan, ini merupakan langkah awal yang baik dalam kehidupan selanjutnya.

Tips Bagi Orangtua Bila Bayi Menangis Terus

  • Periksalah, mungkin karena bayi buang air besar atau kecil.
  • Berikan ASI atau susu formula, siapa tahu bayi lapar atau haus.
  • Perhatikan suhu kamar, mungkin terlalu dingin atau panas yang membuatnya merasa tidak nyaman.
  • Lepaskan seluruh pakaiannya termasuk kaus kaki dan sarung tangan untuk melihat adanya melilit tubuh bayi.
  • coba lihat apakah terdapat luka iritasi pada lipatan kulit leher, ketiak, lengan, pangkal paha, atau sekitar lubang dubur yang membuat bayi merasa kesakitan.
  • Mungkin perutnya kembung akibat banyak menelan udara.
  • Kemungkinan lain, bayi mencret, apalagi bila tinjanya berdarah
  • Perhatikan apakah bayi buang air besar dengan teratur.
Berikut beberapa informasi seputar kolik, semoga bermanfaat.

Penulis : Dr. Agus Firmansyah, DSAK

COMMENTS

Nama

A Great Big World Adele Advan Alergi Anak Android Anti Karat Aplikasi Android Ardiles Ardiles Metro Artis Asuransi Avenged Sevenfold Avril Lavigne Bali Band Terbaik Batu Berita Berita Tekno Bisnis BlackBerry Bruno Mars Budidaya Careless Whisper Carly Rae Jepsen Cencer Charlie Puth Christina Perri Coldplay Daftar Harga Demi Lovato Desain Desain Interior Diabetes Diet Dream Theater Ed Sheeran Emily Browning Entertaiment Fashion Film Finansial Fun. Game Game Android Game Berhadiah Game Interaktif Gaya Hidup Gigi Green Day Guns N' Roses Hamil Hardwell Harga Healthy Hoobastank Hotel Murah Hubungan Imagine Dragons Inspirasi Isyana Sarasvati James Bay Jantung Jasa Jason Mraz Jazz Jerawat Jessie J John Legend Jual Rumah Juice Newton Justin Bieber Kanker Kansas Karir Kecantikan Keluarga Kesehatan Kesehatan Anak Keuangan Lagu Lagu Romantis Lagu Terbaik Lana Del Rey Lirik Louncher Magelang Magic! Makanan Makanan Sehat Malang Manfaat Buah Maroon 5 Meghan Trainor Metallica Michael Bublé Michael Heart Minuman Mito Mitos Motivasi Mr Big Music Musik Nate Ruess Nike Oh Honey Olahraga One Directione Paramore Passenger Pembuatan Pendidikan Pengembangan Diri Penginapan Penuaan Perjalanan Pernikahan Pink Queen Review Rexco Rod Stewart Rudimental Rumah Sam Smith Samsung Scorpions Selena Gomez Sepatu Sepatu Ardiles Sepatu Basket Smartphone Sony Suicide Squad OST Tanaman Hias Teknologi Terjemahan The Overtunes Tips Tips Hubungan Tips Kesehatan Tips Teknologi Toko Online Troubleshoting Tutorial Blog TV LED TV LED Murah Wanita WD-40 vs Rexco 50 Website Wisata Wiz Khalifa Xiaomi Yoav
false
ltr
item
Heqris.com: Penyebab & Cara Mengatasi Bayi Terus Menangis (Kolik)
Penyebab & Cara Mengatasi Bayi Terus Menangis (Kolik)
Penyebab & Cara Mengatasi Bayi Terus Menangis (Kolik) - Menangis adalah suatu hal yang lumrah dalam kehidupan bayi. Lain halnya bila bayi menangis terus menerus sukar dihentikan, ini akan membuat orangtua cemas. Apa ada yang salah pada tubuhnya? Pada dasarnya, menangis merupakan curahan ekspresi bayi mengenai berbagai hal, seperti ungkapan rasa lapar, tidak nyaman, lelah, nyeri, takut. rasa tidak nyaman ini bisa karena bayi kencing, buang air besar, kegerahan, kedinginan atau merasa gatal. Ada kalanya tidak mudah bagi orangtua mengerti arti tangis bayi.
http://2.bp.blogspot.com/-1-zNnpCg3Yo/VR_N6y0QAYI/AAAAAAAAO_4/qlG-AX42BQA/s1600/bayi%2Bmenangis.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-1-zNnpCg3Yo/VR_N6y0QAYI/AAAAAAAAO_4/qlG-AX42BQA/s72-c/bayi%2Bmenangis.jpg
Heqris.com
http://www.heqris.com/2015/04/penyebab-cara-mengatasi-bayi-terus.html
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/2015/04/penyebab-cara-mengatasi-bayi-terus.html
true
8507191404690170390
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy