Minggu, 29 Maret 2015

Terjemahan Lirik What Makes You Beautiful - One Direction

Jumat, 27 Maret 2015

5 Keuntungan Menabung di Celengan

5 Keuntungan Menabung di Celengan
5 Keuntungan Menabung di Celengan - Hemat pangkal kaya. Berhemat berarti kita bisa menyisihkan sebagian uang kita dengan cara menabung. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menabung. Entah itu menabung di Bank maupun menabung dengan cara yang konvensional yaitu dengan celengan, Apa itu celengan?

Menurut Wikipedia, celengan merupakan nama umum untuk kotak pengakumulasian atau penabungan koin. Umumnya, celengan digunakan oleh anak-anak. Celengan biasanya terbuat dari keramik atau porselen. Celengan bertujuan untuk mengajarkan kepada anak untuk menabung. Pada celengan tradisional, uang dapat dengan mudah dimasukkan, namun jika ingin mengambil uangnya, celengan tersebut harus dipecahkan. Tapi celengan modern memiliki lubang karet pada bagian bawahnya untuk memudahkan dalam mengambil uang yang disimpan dalam celengan tersebut.

Nah, menabung di celengan tentu memiliki beberapa kelebihan bagi Anda. Apa saja itu? Berikut 5 Kelebihan Menabung di Celengan untuk Anda.

1. Menabung dengan Nominal yang Kecil

.
Nah, salah satu kelebihan menabung di celengan adalah Anda dapat menabung dengan dengan pecahan mata uang dari yang paling kecil sekalipun. Biasanya, celengan di dominasi dengan koin. Meskipun sebagian orang juga menabung uang kertas dengan nominal yang tak sedikit. Jadi, berbeda dengan saat Anda menabung di bank yang tetap memberlakukan minimal setoran. Jadi, Anda tak perlu malu jika menabung lima ratus perak ke celengan Anda sendiri, bukan?

2. Menabung Sewaktu-Waktu

Anda bisa menabung kapan saja tanpa waktu yang ditentukan. Anda dapat menerapkan sistem menabung sekian rupiah per hari. Ada juga orang yang menabung ketika mendapat kembalian recehan dari swalayan. Daripada uang recehan Anda tercecer, masukkan saja ke celengan. Meskipun sebenarnya, kita dianjurkan untuk menabung di awal sebelum melakukan pengeluaran sehingga menabung bukan hanya dengan uang sisa. Anda juga dapat mengambil tabungan Anda sewaktu-waktu dengan cara memecahkan/ membuka celengan Anda.

3. Menabung Terasa lebih Ringan

Menabung di celengan tidak akan membuat Anda merasa berat. Karena, pada dasarnya menabung bukanlah suatu paksaan. Menabung di celengan akan membuat perasaan Anda lebih ringan, karena nominal yang Anda masukkan ke dalam celengan tidak harus dengan jumlah yang besar. Sehingga, Anda dapat menabung sedikit-demi sedikit hingga terkumpul dan mencapai jumlah yang fantastis.

4. Tidak Ada Biaya Administrasi

Berbeda dengan menabung di bank atau lembaga keuangan lainnya, dengan menabung di celengan Anda tidak perlu membayar biaya administrasi yang dipotong setiap bulannya. Menabung di celengan nyaris tanpa biaya perawatan ini itu. Cukup memilih celengan yang dapat menampung uang tabungan Anda. Tabungan Anda pun tidak akan berkurang atau terpotong oleh biaya-biaya yang tidak perlu.

5. Tidak Mudah Tergoda

Nah, karena uang Anda telah masuk ke dalam celengan, Anda tidak akan mudah tergoda untuk menggunakannya misalnya untuk belanja sehari-hari. Karena, biasanya celengan baru dapat digunakan saat Anda memecahkannya. Meskipun sekarang ada pula celengan yang memiliki kunci untuk membukanya tanpa harus dipecahkan. Jika Anda menaruhnya di bank, mungkin Anda akan tergoda untuk menggunakannya karena akses pengambilannya lebih mudah, apalagi jika Anda memiliki fasilitas kartu ATM/debet. Percayalah, uang Anda akan aman dan jauh lebih awet saat menabung di celengan.

Nah, itulah 5 kelebihan Menabung di Celengan. Menabung adalah cara terlama untuk menjadi kaya, namun tidak menabung adalah cara tercepat untuk membuat Anda menjadi miskin. Selamat menabung!

Editor : Bagus Hermawan

Kamis, 26 Maret 2015

Story of My Life - One Direction

Cara & Tips Memilih Kacamata Yang Benar

Cara & Tips Memilih Kacamata Yang Benar - Dibandingkan dengan indera-indera lainnya, penglihatan merupakan indera yang setingkat lebih tinggi, karena menyajikan data tentang bentuk dan perbedaan jarak dengan cermat sehingga seseorang memperoleh pengertian karena melihat. Indera penglihatan juga memberikan informasi secara lengkap dan rinci, sehingga apa yang kita lihat merupakan informasi tentang dunia luar seutuhnya.

Betapa pentingnya peran penglihatan dalam menyerap informasi. Jadi tidak berlebihan, bila dikatakan proses pemikiran yang produktif merupakan hasil dari penglihatan. Memang mata bukan satu-satunya jalan masuk bagi rangsangan atau pengetahuan, sebab masih ada indera-indera lain yang bertugas menangkap rangsangan dan informasi dari luar. Namun kenyataan tidak dapat dipungkiri, 83% kesan atau informasi ditangkap oleh mata.

Jenis Kacamata

Kacamata
Hadirnya kacamata, selain sebagai alat bantu penglihatan juga digunakan sebagai alat untuk melindungi mata. Selain itu, kacamata semakin menonjol perannya sebagai aksesoris pelengkap busana, terbukti dikeluarkannya berbagai model baru yang bermacam corak dan model yang menarik. Kacamata yang baik harus efektif dalam memulihkan tajam penglihatan penderita kelainan refreksi, efektif melindungi mata dari debu, angin dan sinar yang mengganggu dan menjadi kesan kosmetik yang diinginkan.

Kacamata Sebagai Alat Koreksi

Kacamata Sebagai Alat Koreksi
Pada mata normal, tajam penglihatan 100% (atau biasa dinyatakan sebagai tajam penglihatan 6/6). tajam penglihatan ini, dapat menurun pada penderita kelainan refreksi sehingga tidak mencapai 100%. Adanya kacamata yang baik, sebagai alat bantu penglihatan harus dapat memberi pemulihan 100%. Hal ini akan tercapai dengan pemeriksaan refreksi yang baik dan teliti, dengan pembuatan kacamata sesuai dengan resep atau ukuran pemeriksaan.

Ukuran kelainan refreksi pada penderita akan dapat bila diperiksa pada penderita akan tepat bila diperiksa pada optikal atau berdasarkan resep kacamata dari dokter spesialis mata. Pengukuran kelainan refreksi didasarkan pada pemeriksaan subyektif, penderita sendiri yang menentukan serta memberitahu pemeriksa, apakan koreksi yang diberikan sudah memuaskan atau belum. tersedianya komputer refreksi, sebagai penunjang untuk mempercepat pemeriksaan.


Dilihat dari segi pemilihan kacamata, jika ukuran koreksinya rendah tentu lebih mudah. Sebaliknya, semakin tinggi ukuran kelainan penderita, semakin terbatas pemilihan kacamata yang dianjurkan. Sebagai patokan, bagi penderita kelainan refreksi tinggi sebaiknya diameter lensa lebih kecil dan jangan memilih bingkai yang diameternya besar. Begitu pula dengna bentuk lensa harus membulat, jangan pilih dengan model persegi. Bingkai yang ada di atas hidung lebih lebar dan sebagai kompensasi ukuran lensa yang lebih kecil, mudah disetel, serta kuat agar hasil penyetelan kacamata tidak berubah. Pilihan lensa ringan dengan lapisan anti refleksi untuk menghindari silau. Gagang kacamata, sebaiknya mempunyai kelengkungan yang baik gar tidak mudah melorot. Bila perlu ujungnya melengkung bulat dan hindarkan gagang yang lurus.

Manfaat Kacamata Untuk Pelindung Mata

Kacamata Untuk Pelindung Mata
Keganasan alam sering berhadapan dengan aktivitas sehari-hari, hari berupa sinar yang menyilaukan, debu ataupun terpaan angin. Sunglass adalah kacamata khusus yang dipakai untuk melindungi mata. Selain di optikal, kacamata ini juga mudah dibeli di mana saja. Bagi pemakai kacamata resep yang banyak melakukan aktivitas di alam terbuka, kacamata resepnya bisa dibuat sehingga memiliki fungsi pelindung. Diameter lensa sebaiknya dipilih lebih lebar untuk melindungi mata dari angin dan debu.

"Guna mengatasi gangguan cahaya yang berlebihan, terdapat lensa fotochromic yang kegelapan lensanya dipengaruhi oleh terang cahaya. Secara otomatis, lensa akan menjadi lebih gelap ketika dipakai di alam terbuka atau siang hari, lebih jernih bila dipakai dalam ruang tertutup atua malam hari.

Demi perlindungan mata dalam situasi pekerjaan tertentu, terutama di bidang industi, kini telah tersedia kacamata, masker, serta goggle khusus yang pemakainnya diatur dalam higienis perusahaan dan keselamatan kerja.

Tips Memilih Kacamata

Memilih Kacamata
Kacamata Menarik Dari Segi Kosmetik. Paling menarik dalam pembelian kacamata adalah segi kosmetik. Kacamata yang baik dari segi kosmetik merupakan kombinasi bingkai dan lensa yang meningkatkan penampilan pemakainya, serta dapat menutupi kekurangan pada wajah. juga model kacamata yang sedang disukai pada waktu itu.

Bila kacamata memiliki selera kosmetik serta kepekaan mode yang tinggi, pemilihan kacamata akan lebih mudah karena tinggal bergantung kelengkapan koleksi bingkai dan lensa yang tersedia. Tapi bila tak paham pada cita rasa kosmetik dan kepekaan mode, pemilihan kacamata akan lebih baik bila dibantu oleh petugas optikal yang sudah mahir dan berpengalaman, sehingga bisa dipilihkan bingkai dan lensa yang cocok untuk wajah dan postur tubuh si pemakai kacamata.

Tips Memilih Kacamata Sesuai Postur Tubuh Dan Situasi

Tips Memilih Kacamata Sesuai Postur Tubuh Dan Situasi
Kacamata dan postur tubuh harus serasi artinya kacamata yang dikenakan sebanding dengan berat dan postur tubuh. Jangan sampai seseorang yang berpostur besar memakai kacamata terlalu kecil, ringan, serta tipis. Begitu pula jangan sampai seorang yang kurus memakai kacamata yang tebal dan berat, yang tidak serasi dengan posturnya.

Kacamata dapat dipakai dalam situasi formal maupun santai. Dari segi kosmetik, pada situasi formal sebaiknya kacamata mempunyai satu macam warna dan agak gelap dengan bingkai yang agak tebal serta model yang agak kaku, sehingga akan menambah wibawa sang pemakainya. Sebaliknya pada suasana santai serta pesta, pilihlah kacamata lebih beragam, sesuaikan dengan warna rambut, kulit, pakaian serta rias wajah. Warna bervariasi dari cerah atau paduan warna menarik, bingkai pun bisa bermodel hiasan dari yang tidak begitu mencolok sampai yang nyentrik.

Cara Memilih Kacamata Sesuai Warna Kulit

Cara Memilih Kacamata Sesuai Warna Kulit
Bagi mereka mereka yang berkulit putih, kacamata dengan warna apapun akan serasi baginya. Pada prinsipnya, hindari kacamata yang warnanya sama dengan warna kulit. Kebetulan bila seseorang berkulit kuning langsat, kacamata dengan warna merah mudah atau coklat akan nampak serasi. Bila kulit berwarna gelap, sebaiknya dipilih kacamata dengan warna merah mudah, coklat muda atau merah. Bagi mereka yang berkulit agak kemerahan cobalah kacamata yang berwarna kuning, hijau atau coklat muda.

Cara Memilih Kacamata Sesuai Dengan Bentuk Hidung

Cara Memilih Kacamata Sesuai Dengan Bentuk Hidung
Bentuk hidung pemakai kacamata bisa panjang, sedang atau pendek. Untuk yang berhidung sedang, semua bentuk jembatan akan cocok. Namun bagi mereka yang berhidung panjang, pilihlah kacamata yang jembatan ganda atau tebal. Jangan pilih kacamata yang berjembatan tipis atau tunggal serta terpasang tinggi. Hal ini akan membuat hidung nampak tambah panjang. Sebaliknya bagi mereka yang berhidung pendek, pilihlah kacamata dengan jembatan tinggi dan tipis, sehingga hidung hidung tidak banyak tertutup dan terkesan lebih panjang. Hindari pemakaian jembatan yang tebal, ganda apalagi terpasang lebih rendah.

Cara Memilih Kacamata Sesuai Dengan Wajah

Cara Memilih Kacamata Sesuai Dengan Wajah
Pada dasarnya kacamata dipilih mengikuti bentuk wajah serta bentuk alis pemakainya. Bagi yang berwajah ideal alias oval, semua model kacamata akan cocok, namun bagi yang berwajah kurang ideal perlu dipilih kacamata yang dapat menutupi kekurangan ini. Untuk wajah memanjang, sebaiknya dipilih kacamata yang diameter vertikalnya besar sehingga wajah tidak terlihat terlalu panjang. Hindari pemakaian kacamata kecil. Sebaliknya untuk orang yang berwajah pendek, sebaiknya kacamata yang dipakai berdiameter vertikal kecil.

Harapan sang pemakai akan terwujud bila kacamata dapat memberikan kepuasan karena nyaman dipakai, indah dipandang, aman, melindungi mata, memberi penglihatan yang jelas, sekaligus harga yang sepadan dengan mutunya.

Penulis: AS

Rabu, 25 Maret 2015

Night Changes - One Directione

Tips Memantau Pergaulan Anak

Memantau Pergaulan Anak
Tips Memantau Pergaulan Anak - Sebenarnya pentingkah orang tua mengenali satu persatu teman-teman anak mereka? Bila ya, keuntungan-keuntungan apa saja yang bisa didapat dari mengenal teman anak?

Menurut psikolog dari lembaga psikologi Terapan (LPT) Universitas Indonesia Nisfie MH Salanto, orang tua harus mengetahui dengan siapa anak remajanya berteman dan apa saja yang biasa dilakukannya dengan teman-temannya tersebut. Namun orang tua juga harus mampu menjaga dirinya agar tidak bersikap over protective dan bertindak berlebihan, yang malahan akan menghancurkan relasi anak dan orang tua.

Kategorisasi remaja adalah anak yang usianya berkisar antara 11-15 tahun untuk anak perempuan dan untuk anak laki-laki 2 tahun di atas usia tersebut. Berdasarkan kategorisasi berarti anak kelas 5 dan 6 SD sudah termasuk ke dalam usia ini, maka yang harus dipahami orang tua adalah dia harus bisa legowo bahwa anaknya sudah dimiliki oleh lingkungannya. Mereka sebaiknya jangan lagi posesif dan menerapkan aturan kamu harus pulang jam segini atau harus mengerjakan ini dan ini, tidak boleh begini dan sebagainya.

Dengan memberlakukan aturan-aturan satu pihak seperti ini, hubungan anak dan orang tua kelak melahan akan menjadi sulit. Mereka masing-masing akan membuat tembok tinggi yang semakin menjauhkan relasi antarkeduanya. Membuat orang tua dan anak seperti lain.

Membutuhkan Hubungan Yang Tulus

Hubungan Yang Tulus
Di usia remaja menurut Nisfie, anak memang tengah membutuhkan interaktsi yang sangat intens dengan teman-temannya ketimbang dengan ke keluarganya. Di usia ini pula, anak memiliki ikatan tertentu dengan dunia luarnya. Hal inilah yang harus disadari betul oleh orang tua.

Kalau kesadaran ini sudah dimiliki, orang tua kemudian disarankan untuk memahami bahwa sebuah pertemanan memang harus dimiliki anak mereka dengan berbagai tujuan dan manfaatnya. Orang tua harus tau mengapa mereka berteman? Apa maksud mereka mencari teman? Tambah Nisfie lagi.

Alasan pertama, remaja harus berlatih berperilaku sosial dan berteman merupakan salah satu sarana untuk bereksperimen. Dengan melihat perilaku temannya yang menurutnya bagus dan manis, maka anak akan berusaha untuk mengadopsi sifat-sifat yang menurut mereka baik. Sebaliknya, ketika ada teman yang berasal dari keluarga broken home, maka dia akan tahu bahwa temannya itu tidak bahagia, misalnya.


Kedua, dengan berteman maka anak akan belajar memperluas pengetahuan perilakunya supaya diterima masyarakat. Ia menjadi tahu mana perilaku yang well excepted dan mana yang tidak. Dari situ ia bisa melihat bahwa seseorang teman yang diterima lingkungannya biasanya memiliki perilaku-perilaku terpuji, yang kemudian membuatnya juga berusaha untuk diterima lingkungan sekitarnya dengan melakukan tindakan serupa.

Alasan ketiga, anak-anak itu memang membutuhkan sarana pendukung di mana mereka akan meresa nyaman dan diterima. Dengan teman sebayanya biasanya tidak terjadi saling mengevaluasi, mengkritik, menyalahkan, atau menjudge seperti yang dilakukan orang tua. Sebaiknya, di lingkungannya teman-temannya, walau dia berbuat kesalahan, teman akan bisa lebih menerima dan mampu memberi masukan dengan lebih fleksibel. Di situ remaja akan merasa aman.

Ketiga, remaja membutuhkan suatu hubungan yang tulus. Biasanya, betapapun dekat hubungan anak dan orang tua, orang tua tidak akan memberi respons kecuali bila anak berbuat salah. Mereka jarang memberi pujian atau apresiasi jika anak melakukan hal-hal yang baik dan benar.

Rajin Memberi Empati Kepada Anak

Memberi Empati Kepada Anak
Kalau sudah memahami arti pertemanan bagi anak, orang tua disarankan untuk mengajak anak bersikap terbuka. Caranya dengan rajin memberikan empati kepadanya, misalnya dengan mengatakan, "kayaknya asyik banget ya main sama dia. kalau mama liat kayaknya dia sopan banget ya, Nak. Mama lihat dia itu orang tuanya juga baik ya."

Menurut Nisfie, orang tua juga jangan sungkan-sungkan untuk mengungkapkan kekhawatirannya. Misalnya ketika anak berteman dengan seorang preman atau dengan mereka yang mempunyai tato. Katakan saja, "kelihatannya kamu sangat nyaman ya berteman dengan dia. Kenapa kamu seneng main dengan dia?" Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan bagian dari sikap empati tersebut.

Di sinilah kemudian pembicaraan akan terjadi, karena anak pasti akan bercerita mengapa dia memilih preman itu sebagai temannya. Apa saja yang menarik dari dia. Dengan komunikasi ini maka anak akan berbicara dan orang tua akan tahu mengapa anaknya memilih orang tertentu untuk dijadikan temannya. Setelah anak tahu bahwa orang tua berempati, maka mereka akan tahu orang tuanya mampu bersikap netral dan proposional.

Bantu Anak Mengategorisasikan Teman

Mengategorisasikan Teman
Setelah memahami arti teman bagi anak, mampu memberi empati, dan menetralkan relasi dengan anak, maka orang tua bisa memberi masukan-masukan yang diharapkan. Ini merupakan teknik yang jauh lebih baik, dari pada berbicara terus-menerus dan memberikan wejangan tiada henti kepada anak. Memberikan masukan-masukan ini bisa juga disebut sebagai langkah mengavaluasi pertemanan. Caranya dengan mengajak diskusi mengenai karakteristik petemanan.

Seorang ibu bisa mengatakan, waktu remaja Mama juga punya banyak teman dengan sifat yang berbeda-beda. Dan sekarang setelah dewasa, Mama tahu mana teman yang bisa di ajak untuk bersahabat dan mana yang tidak. Secara sederhana Nisfie menjelaskan ada teman yang sifatnya seperti yang mana dia berat, kokok, stabil dan berkepribadian baik. Kalau berteman dengan tipe yang seperti ini, biasanya orang akan mudah tergantung. Sebaliknya, jika teman ini tidak ada, maka seseorang akan merasa tidak bahagia dan tidak pede.

Orang tua juga bisa membantu anak memilih teman-teman yang dia miliki. Siapa saja teman yang seharusnya di pilih, dengan adanya asosiasi tadi, maka anak lebih mudah memilih jenis teman yang diinginkan. Berbeda dengan kalau kita panjang lebar menerangkan dan bilang,jangan sama si dia, sama si dia saja atau pilih teman yang begini begitu. Pembicaraan satu arah ini malah membuat anak bingung dan tidak mampu berbuat kategorisasi itu.

Remaja Intover, Remaja yang Tidak Mampu Berteman

Remaja yang Tidak Mampu Berteman
Berbeda dengan remaja yang mampu memiliki teman banyak, remaja introver cenderung sulit menemukan teman. Para orang tua yang memiliki anak jenis ini membutuhkan interaksi yang lebih demi tujuan agar anak bisa memilih teman yang memang diinginkannya secara tepat. Menurut Nifie, ada kemungkinan remaja-remaja introver ini tidak mampu mengidentifikasi teman seperti apa yang cocok buat dirinya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan kesan bahwa ia sulit memilih teman.

Agar anak introver tidak salah memilih teman, orang tua disarankan untuk bermain peran (role model). Orang tua, dalam hal ini ibu bisa mengajak anak berdiskusi sambil berakting untuk mengetahui reaksi anak. ibu bisa mencat rambutnya dan menggambarkan tato di salah satu tubuhnya (tentunya yang temperorer). Tanyakan pada anak apa perasaanya ketika melihat orang yang seperti ini? setelah perasaan. Tanyakan apa yang akan dilakukannya?.

Dengan permainan imagine as if. ini maka anak mengungkapkan perasaanya. setelah memikirkan dan kemudian akan melakukan sesuatu terhadapnya. Bisa saja dia akan mengatakan "kayaknya aku suka model model yang seperti ini, karena kelihatannya aku nyaman bermain bersamanya", atau bahkan sebaliknya.

Dengan mengetahui komentar anak, maka orang tua akan bisa menyimpulkan teman tipe apa yang akan dipilih kelak. Pelatihan role model ini bisa diterapkan sejak anak masih SD, sehingga anak akan lebih mengenal anak secara mendalam.

Penulis: Nessy Febrinasri