26 Sep 2012

Cara Mengatur Makanan Untuk Anak

Pengaturan makanan bagi anak harus dilakukan menurut golongan umurnya. Ini karena pada setiap golongan umur, terdapat perbedaan kebutuhan gizi, kemampuan menerima makanan, kecepatan pertumbuhan, aktivitas fisik dan pengaruh lingkungan.

Menurut dr. Suharti Agusman, DSAK, pengelompokan yang lazim dipakai adalah golongan umur 1-3 tahun (anak prasekolah), golongan umur 4-6 tahun (anak prasekolah), golongan umur 7-12 tahun (anak sekolah), dan golongan umur 13-18 (remaja).

Bahkan, dalam setiap golongan umur di atas pun, demikian Suharti, masih terdapat perbedaan individual mengenai faktor tersebut di atas. Anda juga bisa membaca tentang pola makan ideal berdasarkan usia.

Jadwal pemberian makan ini, demikian Suharti, merupakan kelanjutan dari jadwal masa bayi dengan sedikit penyesuaian. Masalahnya, diantara makan pagi, siang dan malam, diberikan makanan kecil atau jajanan. Bila mungkin ada tambahan susu, buah atau pencuci mulut lainnya dihidangkan bersamaan dengan makanan utama. Tambahan susu diberikan waktu makan pagi dan sebelum tidur malam, ujarnya.

Rincian jadwal yang dianjurkan adalah jam 06.00 - 08.00 makanan pagi (dengan tambahan susu 200-250 ml). Jam 11.00 dapat diberikan jajan. jam 13.00 - 14.00 makan siang dengan buah atau pencuci mulut. Jam 16.00 jajanan. Jam 19.00 - 21.00 makan malam dengan buah dan pencuci mulut. Dan sebelum tidur dapat diberikan tambahan susu 200-250 ml.

Jenis bahan makanan pokok untuk dihidangkan terdiri atas serealia yang merupakan makanan pokok dan sumber kalori. Misalnya tepung, beras, gandum atau roti, kentang, ubi, ketela, sagu, jagung. Kemudian makanan asal hewan sebagai lauk pauk dengan sumber protein hewan, seperti telur, daging, jeroan, ikan tawar, ikan laut, daging.

Selanjutnya, sayuran sebagai lauk pauk. Misalnya kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati, seperti kacang hijau, kacang jogo, kacang panjang, daun-daunan seperti bayam, kangkung, daun ketela, kubis, umbi-umbian seperti wortel, bit, makanan yang sudah diolah seperti tahu, tempe dan buah-buahan sebagai sumber vitamin A dan vitamin C, seperti alpukat, nenas, pisang, jeruk, pepaya, mangga.

Pemberian Makan Anak Menurut Kelompok Umur
Pemberian Makan Anak Umur 1 - 3 Tahun
Anak kelompok umur ini masih rentan terhadap penyakit gizi akibat malnutrisi energi protein (MEP). Karenanya, angka kejadian tertinggi MEP dan defisiensi vitamin A terdapat pada kelompok umur ini. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan otaknya masih berlangsung pada kelompok ini. Karena itu pengaturan dan pemberian makanan harus memenuhi kebutuhannya.

Kebutuhan nutrisi relatif berkurang dibandingkan dengan usia sebelumnya. Jenis makanan yang dihidangkan masih berupa makanan lunak. Bila timbul geraham dapat dicoba makanan biasa atua makanan keras. Berbagai rasa dan jenis makanan dapat dicoba untuk dicicipi, asalkan tidak pedas, berlemak atau merangsang.

Jenis makanan yang tidak disukai jangan dipaksakan, karena dapat menimbulkan antipati, tetapi diusahakan dengan cara lain yang menarik perhatian anak. Pada usia ini makanan dengan rasa manis biasanya paling disukai. Misalnya coklat, permen, es krim. Sebaliknya sayuran kurang disukai dan keadaan ini harus lebih diperhatikan agar anak dapat menyukai berbagi jenis sayuran.

Jadwal pemberian makan tidak berbeda, kecuali masih diperlukan waktu khusus untuk pemberian makan, terpisah dari waktu makan keluarga. Pada umur sekitar 2 tahun, cobalah agar belajar makan sendiri untuk menanamkan sifat mandiri. Bukan menjadi alasan untuk menghentikan cara makan sendiri ini, seandainya meja dan lantai menjadi kotor dan berantakan.

Pemberian Makan Anak Berumur 4 - 6 Tahun.
Walaupun kebutuhan nutrien relatif, golongan umur ini masih rawan terhadap infeksi dan penyakit kurang gizi. Karena itu kebutuhan nutriennya diutamakan terhadap kalori dan protein, ditambah dengan perhatian terhadap masukan vitamin A dan mineral besi. Jenis makanan keras dapat diberikan seperti pada orang dewasa. Menu yang dihidangkan hendaknya bervariasi dengan bahan makanan hewani dan nabati yang diselang-selingi.

Kelompok umur ini telah dapat memilih serta menyukai makanan tertentu. Mereka masih menyukai makanan manis seperti permen, coklat dan es krim. Bila tidak dibatasi, itu dapat menyebabkan karies dentis atau nafsu makan berkurang.

Jadwal makan kelompok ini sama dengan orang dewasa. Pada waktu makan mulai diajarkan cara makan yang baik dan jenis makanan yang bernilai gizi tinggi.

Pemberian Makan Anak Berumur 7 - 12 Tahun.
Golongan umur ini sudah mempunyai daya tahan tubuh yang cukup dan jarang terjangkit infeksi atau penyakit gizi. Tetapi, kebutuhan nutriannya justru bertambah, karena mereka sering melakukan berbagai aktivitas, seperti bermain. Nutrien lebih ditujukan kepada kecukupan kalori, tanpa mengurangi kecukupan nutrien lainnya.

Kebutuhan energi pada anak berumur 10 - 12 tahun lebih besar daripada umur 7 - 9 tahun, karena pertumbuhan yang lebih pesat dan aktivitas yang lebih banyak. Sejak umur 10 - 12 tahun kebutuhan energi anak lelaki berbeda dengan anak perempuan. Selain itu anakperempuan yang sudah haid memerlukan tambahan protein dan mineral besi.

Makan bersama dengan anggota keluarga lain tetap diajurkan untuk menjalin keakraban keluarga. Beberapa anak kurang menyukai makanan di rumah dan lebih banyak jajan diluar. Karena itu pandai-pandailah memilih dan menghidangkan makanan di rumah.

Menjelang pubertas, anak perempuan mulai memperhatikan bentuk perawakan, sehingga mungkin mereka melakukan pembatasan masukan untuk melangsingkan bentuk tubuh. Sepanjang tidak mengganggu kesehatan, pengurangan makan ini tidak menjadi masalah.

Pemberian Makan Anak Berumur 13 - 18 Tahun.
Adanya percepatan pertumbuhan fisik pada golongan ini, maka kebutuhan nutriennya lebih meningkat. Selain itu, terdapat pula pertumbuhan dan perkembangan alat kelamin sekunder, serta perkembangan fungsi endokrin yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Golongan umur ini pun sangat disibukkan dengan berbagai kegiatan fisik.

Atas dasar berbagai faktor tersebut, kebutuhan nutrien diutamakan terhadap kebutuhan kalori,, protein dan mineral tertentu. Misalnya mineral yodium untuk mengimbangi pertumbuhan yang pesat dan besi untuk anak perempuan yang sudah menstruasi. Tambahan vitamin mungkin diperlukan pada olahragawan.

Karena kegiatan sekolah maupun luar sekolah, jadwal makan ini sukar ditepati. Namun sedapatnya diusahakan makan bersama keluarga dipertahankan. Nafsu makan pada golongan remaja sangat besar, sehingga mereka sering mencari makanan tambahan atau jajan di luar. Sebaiknya remaja wanita lebih menyadari akan penampilan tubuhnya yang langsing, sehingga membatasi jumlah makanan. Baca lanjutannya Masalah Makanan Anak

Penulis EMG

Artikel Terkait Kesehatan Anak

0 Komentar: