Sabtu, 06 Oktober 2012

Pijat Refleksi Kaki

Pengobatan tradisional dikenal banyak macamnya, umpamanya dengan minum jamu, tusuk jarum dan sebagainya. Bahkan dengan sedikit daun-daunan atau akar tumbuhan. Diantara pengobatan tradisional ini terdapat suatu cara pengobatan yang kini kian digemari, yaitu pijat refleksi. Konon keunggulan pijat refleksi ini cukup aman, sebab tidak ada yang dimasukkan dan ditusukkan ke dalam tubuh. Hanya saja bila ada kelainan yang berhubungan dengan organ tubuh, maka zona terapi pada tubuh akan terasa sakit terasa dipijat. Keuntungan lainnya setiap orang boleh dipijat, baik yang tua maupun anak-anak.

Sejarah Pijat Refleksi
Pijat refleksi adalah suatu bagian dari cara pengobatan China yang mulai dikenal dipraktekkan sejak kurang lebih 5000 tahun yang lalu. Pengetahuan ini bukanlah hasil ciptaan seseorang pada suatu zaman, melainkan merupakan pengalaman dari generasi ke generasi serta dari zaman ke zaman.

Meskipun cara pengobatan ini berakar dari dataran China, tetapi cara pengobatan ini lebih dikenal duluar daratan asalnya, seperti Jepang, Taiwan, Korea, Amerika maupun negara-negara di Eropa. Jadi pijat refleksi ini tidak hanya dilakukan oleh para ahli pengobatan china, tetapi sudah mulai banyak diterapkan orang daratan Eropa maupun Asia.

Seperti pada tahun 1900 Dr William H. Fitzgerald asisten Prof. Otto Chiari, selagi ia menjabat sebagai kepala di bagian Hidung dan Tenggorokan di RS.ST. France, Hartford, Connecticut, Ia berhasil menemukan metode pijat refleksi atau zona terapi (bagian tubuh) yang dirawat. Tidak beduli berapa jauh bagian tubuh ini dari bagian kaki yang dipijat. Kemudian zona terapi pijat refleksi dipopulerkan lebih lanjut oleh Dr Edwin Bowers dan Dr Starr White yang membuka praktek di LA pada tahun 1920-an. Baru pada tahun 1938, Dr Riley beserta asistennya Eunice Ingham untuk pertama kalinya menulis tentang pijat refleksi kaki pada buku pertamanya yang juga dilengkapi dengan peta zona terapi pada telapak kaki.

Di Indonesia sendiri pijat refleksi sudah lama masuk, baik melalui seorang pelau yang sering berlayar ke mancanegara yang kemudian mendapatkan pengalaman tersebut, atau orang asing yang melancong ke Indonesia yang kemudian mewariskan pijat refleksi ke pada pribumi atau ilmu turun menurun dari orang China yang tinggal di Indonesia

Pengertian Pijat Refleksi
Refleksologi berasal dari kata refleks, yang artinya suatu gerak cepat yang tidak disengaja tanpa diperintah secara sadar oleh otak, akan tetapi dalam refleksologi, reflek adalah suatu reaksi automatis salah satu organ tubuh terhadap perangsangan. Sebagai contoh apabila reflek otot dari sendi siku kita pijat, maka secara automatis sendi siku tersebut akan bergerak melipat tanpa diperintah oleh otak. Rangsangan pijatan diantar melalui saraf demikian pula reaksinya. Maka dari itu reflek akan berubah, bila ada suatu kerusakan atau gangguan saraf seperti dijelaskan oleh Drs B. S Tampubolon dalam seminar sehari "Breakthrough in executive fitness" di Jakarta belum lama ini, adanya kerusakan atau gangguan saraf mengakibatkan sebagian reflek orang tersebut tidak berfungsi lagi. Kesemuanya ini dapat dilihat dengan pijat refleksi yaitu pada saat diadakan diagnosa. Jika reflek orang tersebut tidak berfungsi karena gangguan syaraf maka hal ini dapat dirawat atau diperbaiki dengan pijat refleksi. Akan tetapi jika disebabkan oleh kerusakan syaraf, maka hal ini tidak dapat disembuhkan, jadi pada dasarnya fungsi dari pijat refleksi ini untuk menyembuhkan, menambah vitalitas dan merangsang syaraf.

Daerah Refleksi
Daerah refleksi adalah titik pusat urat-urat syaraf. Daerah refleksi ini sebenarnya dapat di seluruh tubuh. Akan tetapi daerah refleksi dari seluruh organ tubuh terdapat pada kaki. Memijat daerah refleksi bisa melancarkan sirkulasi darah pada organ yang bersangkutan. Misalnya jari kaki tengah di pijat, maka jari tangan tengah akan merasa panas, ini membuktikan bahwa daerah refleksi jari tangan tengah terdapat pada jari kaki tengah.

Teori Refleksi
Pijat refleksi secara teroritis dapat diterangkan cara bekerjanya. Dibawah ini ada beberapa teori yang berkaitan dengan pijat refleksi.

Teori Kristal, bila terjadi gumpalan kritas pada syaraf maka ujung syaraf tidak mampu memindahkan rangsangannya. Dengan adanya pijat refleksi akan terjadi penghancuran dari gumpalan kristal tersebut, sehingga lalu lintas rangsangan syaraf menjadi lancar kembali. Teori merangsang urat syaraf, teori ini sering juga disebut blokade syaraf, adalah teori yang sering dikemukakan untuk menerangkan bagaimana pijat refleksi bekerja. Teori ini menganggap bahwa antara penyakit dan daerah reflek ada hubungannya. Pijat pada daerah reflek dianggap akan mengalirkan rangsangan kepusat syaraf di otak dan mengakibatkan daya penyembuhan tubuh bangkit kembali.

Teori getah bening, susunan getah bening terdiri dari pembuluh getah bening dan kelenjar getah bening yang menyaring zat-zat beracun atau zat-zat yang dapat membahayakan tubuh. Para ahli menganggap pijatan pada daerah yang tepat akan mempertinggi fungsi kerja pembuluh-pembuluh tersebut sehingga dapat memperbaiki keseimbangan kimiawi dalam tubuh secara tepat.

Teori peredaran darah, kehidupan tubuh tergantung pada sistem peredaran darah, karena darah mempunyai tugas mengangkut kebutuhan setiap organ seperti gizi, oksigen, hormon dan lain-lain. Disamping itu juga sebagai zat pengangkut zat buangan, jika terjadi hambatan pada sistem pengangkutan ini maka dapat diatasi dengan pijat refleksi.

Seperti dijelaskan oleh Sutoyo, seorang pemijat yang memiliki pasien yang memiliki lebih dari 1000 orang. "pada prinsipnya pijat refleksi itu menormalkan kembali fungsi organ tubuh kita," ujarnya.

Sirkulasi Darah
Setiap organ tubuh memerlukan darah untuk melangsungkan fungsinya yang normal. Sebab darah membawa zat-zat makanan yang diperlukan seperti oksigen, hormon, gizi dan lainnya. Disamping itu darah juga mengambil pergi zat-zat pembuangan. Maka organ yang sakit memerlukan peredaran darah yang lancar untuk membantu menyembuhkan penyakit. Makin lancar peredaran darah maka sehatlah tubuh kita, apabila peredaran darah tidak lancar, maka organ tubuh akan terhambat mendapatkan makanan dan zat-zat buangan terlambat dibuang. Makin lama zat-zat buangan tersebut mengendap di dalam saluran darah, sehingga fungsi organ yang bersangkutan terganggu oleh kekurangan darah dan zat-zat makanan (gizi, hormon, oksigen dan lainnya), sehingga terjadilah penyakit. Bagi pemijat yang berpengalaman cukup dengan merapa kaki bisa mengetahui sakitnya dimana. Dengan cara memijat pada zona terapi (daerah refleksi), berari merangsang peredaran darah yang membawa zat-zat makanan pada organ tersebut dan membawa pergi zat-zat buangannya.

Manfaat dari pijat refleksi kemungkinannya ada. Setidaknya untuk memperlancar aliran peredaran darah, demikian penjelasan Dr Sinta Sukandar dari APF Akub. RSCM. Lebih lanjut dikatakan adanya alat bantu refleksi seperti sandal, manfaatnya tentu ada. tetapi sejauh mana hal ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Desain dan ornamen sandal harus sesuai dengan penyakit yang diidap si penderita dan tepat pada zona terapi tubuh.

Penulis : AS

Berikut Gambar Titik Refleksi Pada Telapak Kaki

Refleksi Telapak Kaki
TAGS
#Kesehatan
Direkomendasikan Untuk Anda :

0 Komentar: