Solusi Untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga

SHARE:

Solusi Untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga - Semua orang yang sedang menjalin rumah tangga pasti mempunyai masalah, para ahli jiwa juga menyatakan bahwa hubungan yang tidak seimbang berakibat buruk dan tidak sehat bagi kehidupan. Untuk itu, Anda sebagai suami-istri harus secara bersama-sama belajar agar mendapatkan keseimbangan. Dengan demikian, Anda berdua bisa merasa dihargai dan dipenuhi.

Siapa yang menjadi atasan atau bawahan dalam rumah tangga? Apakah ada masalah kekuasaan dalam hubungan suami-istri Anda? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara menghadapi permasalahan kekuasaan dalam rumah tangga. Untuk itu, silahkan simak ulasan berikut.

Kedengarannya mudah, nyatanya, tidak semudah dalam menerapkannya. Banyak orang yang mengeluh dalam hal ini. Tetapi berkat ketekunan dan penghayatan mereka, keseimbangan itu pun terjadi. Dan mereka merasa bahagia, tutur pakar penasihat perkawinan, Dr. Gerard Paat MPH.

Untuk itu, Gerard mengambil contoh kasus Paula (nama samaran). Begitu besarnya penghayatan Paula akan kesakralan perkawinan, termasuk cara menghormati suami, seluruh gaji dan penghasilan tambahan diserahkan kepada sang suami. Tetapi sang suami yang penghasilannnya jauh di bawah Paula memanfaatkan itu.

Hasil keringat Paula dihambur-hamburkan untuk kepentingannya. Ketika Paula meminta dibelikan sesuatu dan dijawab tidak ada uang, Paula tidak marah maupun bersungut-sungut. Dari sejak pacaran hingga perkawinannya menginjak usia ke-4, Paula sama sekali tidak tahu berapa pemasukan sang suami per bulan. Yang jelas, tidak jarang, sang suami memerintahkan dia agar kas bon untuk memenuhi kebutuhan sang suami. "Itu terungkap waktu saya tanya. Benar-benar wanita lugu dan luar biasa," tambah Gerard menceritakan pesiennya itu.

Kedatangan Paula di ruang praktek Gerard sendiri karena belakangan ini hubungan mereka semakin retak. Paula sering sekali bertengkar dengan Sammy (nama samaran). Persoalan sepele saja sudah cukup untuk menjadi pemicu pertengkaran di antara mereka. Itu mulai soal pembantu, anak, sampai ke soal bohlam mati.

Masalah kekuasan antara suami dan istri seperti kasus Paula. Menurut Gerard, setua kasus Antony dan Cleopatra. Dalam setiap hubungan normal ada perebutan kekuasaan antara keinginan si suami dan keinginan si istri. Dan itu butuh penyelesaian.

Semisal sang suami ingin menggunakan uang extra mereka untuk membeli perlengkapan golf yang baru. Sedang, sang istri ingin membeli sebuah komputer pribadi. "Idealnya mereka harus berkompromi, suatu cara untuk memberi tanpa memberi sesuatu. Tetapi, bila keseimbangan kekuatan menjadi timpang karena pendapat dan perasaan sang suami atau istri tidak diakui, sedangkan pasangan lain selalu mendapatkan jalannya, keretakan akan mudah sekali terjadi," urai Gerard.

Untuk itu, Gerard mengutip hasil studi yang dilakukan selama sepuluh tahun di Temple University mengenai dinamika kekuasaan dan hubungan. Para peneliti menemukan, bila kekuasaan tidak seimbang, para pasangan memperlihatkan kurangnya perhatian satu sama lain daripada pasangan yang setara.

Pemegang kekuasaan sering kehilangna minat pada seseorang yang terus menerus mereka jadikan anak buah. "Paling Sedikit", kata Gerard, "bila seseorang dapat mengendalikan Anda dan perilaku Anda, ia cenderung tidak menghargai Anda"

Sekarang, coba Anda tanyakan kepada diri sendiri, apakah ada masalah kekuasaan dalam hubungan suami-isti Anda? Untuk mengetahuinya dengan pasti, Gerard memberi acuan berikut.

Pada sisi mana anak-anak Anda berada?

Menurut Gerard, anak-anak senang mengikuti pemenang. Sebagai contoh, jika Billy bili membantah sang ayah saat makan malam dan sang ibu duduk saja sambil memandanginya. Itu jelas pertanda bahwa sang ibu yang menguasai pertunjukan.

Dapatkah Anda memberi dan menerima kritik yang konstruktif?

Apakah sebagai suami-istri Anda berdua mampu menerima nasihat? Apakah pernah berpikir bahwa Anda tidak bisa mengatakan segala sesuatu kepadanya atau mendengar ucapannya: "Kamu ini tidak masuk akal! Saya malas bicara denganmu!" Gerard mengingatkan, jika Anda tidak pernah berniat untuk belajar berkompromi. Maka, Anda akan memiliki kecenderungan mempunyai keunggulan yang tidak adil. Sebenarnya itu sederhana, tak ada salahnya kan kita ikuti keinginan suami atau istri bila itu memang benar dan berguna.

Apakah Anda mencari alasan untuk memisahkan diri?

Salah satu studi mengungkapkan, bila terdapat ketidakseimbangan kekuasaan dalam rumah tangga, para pasangan akan menghabiskan waktu bersama sesedikit mungkin. Apakah ada alasan yang sebenarnya bahwa Anda tidak dapat bersama atau apakah Anda mencoba untuk menjauh satu sama lain?

Siapa yang mengikuti tanda-tanda pembicaraan pasangan lain?

Seringkali, pasangan yang kurang kuat akan menggunakan kosa kata pasangan yang lebih kuat sebagai senjata untuk mengalahkannya. Jadi, pembicaraan bukan lagi pada topik, tetapi melenceng jauh keluar. Atau pasangan Anda akan mengungkap lagi tindakan-tindakan atau kesalahan yang Anda perbuat. Itu semua sebenarnya ungkapan dari ketidak setujuan dan keragu-raguan.

Siapa yang masuk ruangan pertama kali?

Siapa yang duduk paling pertama kali? Pasangan yang kurang kuat sering menjadi cermin pemegang kekuasaan. Ia akan melintangkan kaki atau memegang tangan di atas dada beberapa detik setelah pasangannya yang lebih kuat melakukannya. Seolah-olah, ia memainkan perang sebagai sang follower atau mengikuti yang setia.

Siapa yang mengambil ruangan paling banyak?

Jika Anda berdua duduk di sofa untuk membaca, menonton tv atau terlibat dalam percakapan sesudah makan malam, siapa yang duduk dengan meluruskan kaki di kursi? Dialah sang pemegang kekuasaan Dia dengan senang hati pindah ke tempat pasangannya. Pasangan yang kurang kuat akan terdesak kek pojok untuk memberi tempat.

Melihat tidak selalu berarti percaya

Adakalanya seseorang yang tambak mempunyai kekuasaan dalam hubungan ternyata tidak memiliki dan demikian pula sebaliknya. Inilah beberapa ciri yang membedakan penguasa dan bawahan. Yang bercirikan bawahan adalah:
Si pecandu kerja.
Wanita ini menciptakan suatu lingkungan di mana ia bisa mendapat semua kendali yang mengendalikannya di rumah. Dengan bekerja seperti budak di kantor selama 18 jam sehari, ia tidak hanya berlomba mendapatkan angka dengan setiap orang dari CEO sampai sekretarisnya. Tetapi, dia juga menghidari perebutan kekuasaan dengan suaminya.

Olahraga
Atau mungkin dia menjadi pecandu baru latihan kebugaran. "Bila seseorang berlatih tiga kali sehari atau berlari enambelas mil setiap pagi sebelum makan pagi, saya selalu bertanya apa yang dihindarinya," ungkap Gerard.

Orangtua Super
Seorang isti mendera diri dengan menjadi sopir, mengantar kursus, menyiapkan makan siang anak-anaknya dan sejumlah tugas lainnya. Ia ingin membuktikan kepada dunia bagaimana mencintai dan memperhatikan anak. Sebagai orangtua, ia merasa bangga dengan dirinya sendiri.

Tetapi, ketika suami menyuruh agar segala sesuatu diatur sesuai dengan keinginannya, sang istri justru menjadi kasar dan menyakiti anaknya. Ia bukan lagi ibu yang penyabar dan bentakan mudah sekali dilontarkan dari mulutnya.

Mengatur siasat menjerit
Ia menangis, mengatur rencana, menjerit, mengacau, dan tampak tidak berdaya. Tetapi, akhirnya dia yang selalu menjadi pemenangnya. Yang menarik, menurut Gerard, gaya yang bercirikan atasan yang satu itu banyak diidap oleh kaum pria juga.

Teknik mengatur siasat-penjerit yang digemari orang biasanya adalah menunggu sampai malam hari untuk menyerang. Tepat saat pasangannya sedang kelelahan dan berusaha untuk tidur. Di saat itulah, si pengatur siasat-penjerit yang culas itu akan melancarkan drama perang tangisnya.

Sosok depresi yang mati, banyak diperankan oleh para suami sengaja, secara sadar maupun tidak sadar, agar dikasihani oleh istrinya yang bekerja. Ia menciptakan dirinya seolah-olah sangat tertekan untuk melakukan berbagai hal. Lemah dan tanpa daya? Biasanya, sang istri hampir setiap setengah jam menelpon sang suami untuk mengetahui perkembangan kesehatannya.
Itu tadi sedikit contoh ketidak seimbangan dalam rumah tangga, bila anda memiliki salah satu hal di atas, atau mungkin lebih parah dari itu, sebaiknya sesegera mungkin untuk diperbaiki. Bicaralah dari hati ke hati. Meminta maaflah bila Anda memang berada di pihak yang salah, toh semua untuk kepentingan dan keutuhan keluarga, bukan?! tegas Gerard. dan untuk mengatasi ketidak seimbangan dalam rumah tangga, bisa anda baca di Cara Mengatasi Ketidakseimbangan Dalam Rumah Tangga.

Sumber : Hrm/SD

COMMENTS

Nama

A Great Big World Adele Advan Alergi Anak Android Anti Karat Aplikasi Android Ardiles Ardiles Metro Artis Asuransi Avenged Sevenfold Avril Lavigne Bali Band Terbaik Batu Berita Berita Tekno Bisnis BlackBerry Bruno Mars Budidaya Careless Whisper Carly Rae Jepsen Cencer Charlie Puth Christina Perri Coldplay Daftar Harga Demi Lovato Desain Desain Interior Diabetes Diet Dream Theater Ed Sheeran Emily Browning Entertaiment Fashion Film Finansial Fun. Game Game Android Game Berhadiah Game Interaktif Gaya Hidup Gigi Green Day Guns N' Roses Hamil Hardwell Harga Healthy Hoobastank Hotel Murah Hubungan Imagine Dragons Inspirasi Isyana Sarasvati James Bay Jantung Jasa Jason Mraz Jazz Jerawat Jessie J John Legend Jual Rumah Juice Newton Justin Bieber Kanker Kansas Karir Kecantikan Keluarga Kesehatan Kesehatan Anak Keuangan Lagu Lagu Romantis Lagu Terbaik Lana Del Rey Lirik Louncher Magelang Magic! Makanan Makanan Sehat Malang Manfaat Buah Maroon 5 Meghan Trainor Metallica Michael Bublé Michael Heart Minuman Mito Mitos Motivasi Mr Big Music Musik Nate Ruess Nike Oh Honey Olahraga One Directione Paramore Passenger Pembuatan Pendidikan Pengembangan Diri Penginapan Penuaan Perjalanan Pernikahan Pink Queen Review Rexco Rod Stewart Rudimental Rumah Sam Smith Samsung Scorpions Selena Gomez Sepatu Sepatu Ardiles Sepatu Basket Smartphone Sony Suicide Squad OST Tanaman Hias Teknologi Terjemahan The Overtunes Tips Tips Hubungan Tips Kesehatan Tips Teknologi Toko Online Troubleshoting Tutorial Blog TV LED TV LED Murah Wanita WD-40 vs Rexco 50 Website Wisata Wiz Khalifa Xiaomi Yoav
false
ltr
item
Heqris.com: Solusi Untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga
Solusi Untuk Mengatasi Masalah Rumah Tangga
Semua orang yang sedang menjalin rumah tangga pasti mempunyai masalah, para ahli jiwa juga menyatakan bahwa hubungan yang tidak seimbang berakibat buruk dan tidak sehat bagi kehidupan. Untuk itu, Anda sebagai suami-istri harus secara bersama-sama belajar agar mendapatkan keseimbangan. Dengan demikian, Anda berdua bisa merasa dihargai dan dipenuhi.
http://1.bp.blogspot.com/-T4qStVYAMk8/VQg_ffrCDwI/AAAAAAAAOtc/UVyZOnzeJ3A/s1600/bertengkar.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-T4qStVYAMk8/VQg_ffrCDwI/AAAAAAAAOtc/UVyZOnzeJ3A/s72-c/bertengkar.jpg
Heqris.com
http://www.heqris.com/2012/09/solusi-untuk-mengatasi-masalah-rumah.html
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/2012/09/solusi-untuk-mengatasi-masalah-rumah.html
true
8507191404690170390
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy