Penyakit Sapi Gila (Creutzfeldt-Jakob)

SHARE:

Creutzfeldt Jakob adalah suatu penyakit otak yang fatal. Hal itu akan terjadi pula pada manusia dan dapat disamakan dengan penyakit gila sapi, yang sudah menjadi epidemi pula di inggris. Jika penyakit sapi gila menjadi epidemi pada manusia, ini akan lebih mengerikan dari pada AIDS. Penyebabnya tidak diketahui. Menyebar pada makanan yang terinfeksi, tetapi tampak menyehatkan. Akibatnya, seratus persen fatal dan tidak ada diagnosis dan pengobatannya.

Akan tetapi, penjelasan dari Kementrian Periklanan, Pertanian dan makanan ( Ministry of Agriculture and Food - MAFF) dan departemen lainnya menyatakan bahwa Bovine Spongiform Encepholopathy (BSE) tidak berbahaya bagi manusia. BSE hanya menjadi masalah petani, dokter hewan, dan Departemen Keuangan sendiri, karena sejauh ini mereka telah membayar 120 juta poundsterling sebagai kompensasi bagi para peternak yang sapinya terkena infeksi.

Tetapi semenjak BSE menjadi berita utama pada akhir 1980-an, suara-suara yang bersifat ilmiah seperti dari Richard Lacey, seorang mikrobialog klinis, mempertanyakan penilaian yang tidak mendasar ini, serta memberi peringatan terhadap pernyataan yang hanya membela diri.

Saat ini, hampir sepuluh tahun kemudian, semakin banyak kelompok ilmuwan, dokter peneliti yang yakin bahwa kementerian telah salah menilai. Mereka menyatakan tidak ada bukti bahwa BSE, yang diketahui dapat menular ke spesies lain, tidak menyebar pada manusia. Dan kenyataan ini harus mendorong segera diadakan penelitian yang dibiayai oleh pemerintah.

"Sejauh yang kita dapat nilai, jenis-jenis BSE memang sangat banyak," kata Prosesor Lacey, dan tidak ada bukti bahwa BSE tidak dapat atau memang belum menyebabkan Cruetzfelds Jakob pada manusia.

Creutzfeld jakob adalah penyakit otak yang fatal dengan masa inkubasi yang panjang, kira-kira 40 tahun, tetapi akibatnya sangat besar dan cepat menyebabkan dimensia serta kerusakan saraf, dengan kematian terjadi kira-kira dalam jangka satu tahun. Cruetzfeld Jakob pada manusia adalah sama dengan BSE pada sapi.

"Kementerian Pertanian, perikanan dan makanan (MAFF), telah terlanjur menyatakan dari awal bahwa tidak ada bukti bahwa manusia dapat terinfeksi oleh BSE, maka sekarang kitalah yang akan menanggung resikonya," ujar Stephen Dealler, seorang ahli mikrobiologi senior dan anggota dari pengumpulan dana Spongiform Emephalopathy Research yang baru. "Pemikiran tersebut mungkin benar bagi sapi, tetapi tidak dapat mengorbankan manusia sebagai resikonya dan malangnya hanya itu yang dapat mereka lakukan.

Dr. Dauglas Latto, menyatakan lebih lanjut bahwa BSE sangat mengancam kita. Semua mamalia dapat terkena infeksi, termasuk manusia, tanpa terkecuali. Ia yakin bahwa komisi Penyediaan Barang dan Daging bekerja dengan aktif untuk menjauhkan BSE dan Cruetzfeld Jakob dari pemberitaan. "Ini telah ditangani sebagai strategi terkoordinasi dengan industri untuk tidak membicarakan BSE dan CJP dalam setiap diskusi dengan media masa," tandasnya.

Perasaan resah yang dialami mereka karena terlibat dalam penelitian BSE adalah bahwa jika ada banyak pemberitaan yang menyatakan adanya hubungan epidemi BSE dan penyakit CJD pada manusia, maka pemeerintah harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Bencana BSE
"BSE tidak hilang begitu saja," jelas Dr Stephen Dealler. "Kami sangat yakin bahwa bibit penyakit itu diturunkan dari induk sapi kepada anak-anaknya. Banyak kasus BSE terjadi pada anak-anak sapi yang terinfeksi karena makan daging dan tepung tulang yang akhirnya dilarang pada tahun 1988. Kita akan segera melihat jumlah BSE menurun, tetapi penyakit tersebut masih akan terus berlangsung sampai setelah tahun 2000."

Lalu apa yang kita ketahui tentang penyakit tersebut? Penyakit ini terjadi pada hewan ternak di inggris pada tahun 1986. Kira-kira 13 persen daging sapi telah terserang BSE, tetapi hal itu juga mempengaruhi setengah lebih dari ternak inggris yang kemudian akan menjadi 2/3 dari konsumsi negara.

Menurut Dr. Alan Long, penasehat peneliti bagi kelompok penekan VEGA (Vegeraian Economy and Green Agriculture), daging burger umumnya berasa dari sapi peternakan yang telah dikonsumsi sebelum waktunya, karena sapi-sapi tersebut lemah, ini disebabkan oleh tekanan yang mereka alami agar menghasilkan keturunan dan susu. "Karena adanya peternakan intensif, sapi-sapi peternakan secara pasti akan mengalami gangguan psikologi, tambah Dr. Long. Tidak mengherankan apabila mereka mudah terserang sesuatu, seperti BSE.

Penyakit tersebut dapat ditularkan dengan cepat di antara hewan-hewan itu sendiri, bahkan di antara spesies (sejauh ini 16 spesies yang terpisah telah terinfeksi melalui makanan), penyakit tersebut mempunyai masa inkubasi yang panjang dan penularan awalnya terjadi sebelum hewan tersebut menunjukkan gejala. BSE merusak otak hewan, sampai terlihat seperti busa spon - berlubang-lubang, menyebabkan disfungsi syaraf dan dimensia.

Sejarah Penyebab BSE
para peneliti juga belum yakin apa yang menjadi awal penyebab epidemi ini. Hanya MAFF yang masih menganut teori bahwa BSE disebabkan oleh domba-domba pada sapi melalui makanan yang terkontaminasi dari bahan-bahan domba. Menurut Profesor lacey, "Tidak ada bukti secara epidemis atau eksperimen bahwa BSE diperoleh dari bahan-bahan domba." Kenyataannya, sebagian besar bahan makanan sapi berasal dari sapi juga.

Profesor Lacey mengutarakan bahwa meskipun terdapat kesepakatan mendasar, bahwa proses pengolahan kembali daging dan tepung tulang untuk makanan ternak mempunyai peran yang besar dalam penyebaran BSE, sumber dan bahan yang terjangkit telah menjadi semakin spekulatif.

Teori baru lain menyatakan bahwa BSE adalah suatu gangguan pada ternak di mana agennya, diperkirakan adalah protein pengganti yang tidak umum disebut prion, dalam keadaan normal dapat dikendalikan oleh sistem imunisasi hewan. Faktor lingkungan atau racun kimia dapat mengakibatkan prion menjadi agen yang aktif, penyebab penyakit yang kemudian dapat menghancurkan serta merusak sistem imunisasi.

Dr. Alan Long mengatakan, "Tampaknya, suatu bagian yang bukan virus dapat menjadi suatu partikel menimbulkan infeksi. Yang membuat kita tidak bisa mengerti adalah mengapa senyawa protein yang jelas tidak merugikan tiba-tiba menjadi buruk seperti ini."

Mungkin perlu juga diadakan penelitian pada tanaman-tanaman tertentu, jika - seperti kucing-kucing yang telah terinfeksi - bagaimana dengan tikus-tikus ladang? Apakah mereka juga pembawa bibit penyakit?

Para peneliti dan para peternak organik percaya bahwa memberi racun dengan memakai organophosphorus compounds juga pantas disalahkan. Bahan-bahan kimia ini digunakan pada pestisida dan insektisida untuk melindungi sapi-sapi dari kutu, cacing dan parasit-parasit lain, mereka kadang ditambahkan pada makanan sebagai "obat pencegah". ia berpendapat bahwa BSE tidak terjadi pada pertanian organik, sekalipun jika digunakan makanan yang terkontaminasi.

Apabila Purdey benar, maka jika hanya penyakit Creutzfeldt jakob yang harus dikhawatirkan. Organoshosphorus compounds tidak saja meracuni ternak tetapi juga secara langsung melalui kontaminasi lingkungan manusia. Mereka dapat terimplikasi pada penyakit-penyakit seperti neuron, ME, MS dan Alzheimers.

Dr. Long merasa bahwa organophosporus compounds hanya salah satu dari penyakit biasa yang menyerang hewan yang dipelihara secara intensif. Ia mengakatan penyakit tersebut membawa cacat dan secara jelas menyerang sistem imunisasi hewan. Multivaksi dan campuran mercury juga dipompakan ke dalam hewan-hewan. Industri agrokimia mungkin sedang duduk pada bom waktu biologis hasil produknya sendiri.

Mengambil Tindakan.
Pertama, dengan masa inkubasi Creutzfeld Jakob yang lama, prioritas pertama adalah menghentikan pemberian daging sapi pada anak-anak kita. Susu dan keju kelihatannya lebih aman daripada daging sapi.

Dr. Stephen Dealler juga mengatakan kita harus menghentikan ekspor sapi. Kita harus bersikap keras keras karena sampai suatu pengujian dapat dilakukan, kita tak dapat mengatakan apakah dagng itu aman atau tidak.

Yang terakhir, harus diadakan lebih banyak lagi penelitian mengenai BSE dan hubungannya dengan Creutzfeld jakob.

Penulis HH/Hrm(1996)

COMMENTS

Nama

A Great Big World Adele Advan Alergi Anak Android Anti Karat Aplikasi Android Ardiles Ardiles Metro Artis Asuransi Avenged Sevenfold Avril Lavigne Bali Band Terbaik Batu Berita Berita Tekno Bisnis BlackBerry Bruno Mars Budidaya Careless Whisper Carly Rae Jepsen Cencer Charlie Puth Christina Perri Coldplay Daftar Harga Demi Lovato Desain Desain Interior Diabetes Diet Dream Theater Ed Sheeran Emily Browning Entertaiment Fashion Film Finansial Fun. Game Game Android Game Berhadiah Game Interaktif Gaya Hidup Gigi Green Day Guns N' Roses Hamil Hardwell Harga Healthy Hoobastank Hotel Murah Hubungan Imagine Dragons Inspirasi Isyana Sarasvati James Bay Jantung Jasa Jason Mraz Jazz Jerawat Jessie J John Legend Jual Rumah Juice Newton Justin Bieber Kanker Kansas Karir Kecantikan Keluarga Kesehatan Kesehatan Anak Keuangan Lagu Lagu Romantis Lagu Terbaik Lana Del Rey Lirik Louncher Magelang Magic! Makanan Makanan Sehat Malang Manfaat Buah Maroon 5 Meghan Trainor Metallica Michael Bublé Michael Heart Minuman Mito Mitos Motivasi Mr Big Music Musik Nate Ruess Nike Oh Honey Olahraga One Directione Paramore Passenger Pembuatan Pendidikan Pengembangan Diri Penginapan Penuaan Perjalanan Pernikahan Pink Queen Review Rexco Rod Stewart Rudimental Rumah Sam Smith Samsung Scorpions Selena Gomez Sepatu Sepatu Ardiles Sepatu Basket Smartphone Sony Suicide Squad OST Tanaman Hias Teknologi Terjemahan The Overtunes Tips Tips Hubungan Tips Kesehatan Tips Teknologi Toko Online Troubleshoting Tutorial Blog TV LED TV LED Murah Wanita WD-40 vs Rexco 50 Website Wisata Wiz Khalifa Xiaomi Yoav
false
ltr
item
Heqris.com: Penyakit Sapi Gila (Creutzfeldt-Jakob)
Penyakit Sapi Gila (Creutzfeldt-Jakob)
Creutzfeldt Jakob adalah suatu penyakit otak yang fatal. Hal itu akan terjadi pula pada manusia dan dapat disamakan dengan penyakit gila sapi, yang sudah menjadi epidemi pula di inggris. Jika penyakit sapi gila menjadi epidemi pada manusia, ini akan lebih mengerikan dari pada AIDS. Penyebabnya tidak diketahui. Menyebar pada makanan yang terinfeksi, tetapi tampak menyehatkan. Akibatnya, seratus persen fatal dan tidak ada diagnosis dan pengobatannya.
Heqris.com
http://www.heqris.com/2012/09/penyakit-sapi-gila-creutzfeldt-jakob.html
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/
http://www.heqris.com/2012/09/penyakit-sapi-gila-creutzfeldt-jakob.html
true
8507191404690170390
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy