27 Jan 2011

Penyebab Pingsan & Cara Mencegah Pingsan

Menurut Perwira Ahli Dept. Kardiologi RSPAD Gatot Subroto, dr H.M Hari Utomo DSPJ, pingsan (sinkop) merupakan suatu gejala bahwa ada yang tidak beres di dalam tubuh. seringkali hal ini terjadi meskipun persiapan sudah cukup baik. misalnya, tidur yang cukup di malam sebelumnya atau sarapan pagi lebih dahulu.

Tentu saja terjadi pingsan sangat menggangu. Terutama bila mengalaminya lebih dari sekali, tentunya hal ini tidak bisa di anggap sepele. Banyak kemungkinan menjadi penyebabnya, baik yang bersifat kelainan jantung maupun penyakit di luar organ jantung, jelas Hary.

Penyebab pingsan.
Lemah jantung adalah jantung tidak memiliki kemampuan untuk memompakan darah memenuhi kebutuhan jaringan. Akhibatnya terjadilah kekurangan aliran darah ke otak, hal semacam ini bisa menimbulkan pingsan atau kehilangan kesadaran. Sementara itu selain jantung, dapat disebabkan kepekaan yang tinggi dari syaraf vagus (syaraf otak yang kesepuluh) atau gangguan metabolisme, maksudnya gangguan pada otot-otot tertentu seperti penyakit diabetes atau bisa juga pengumpulan darah di tungkai bagian bawah.

Bila Terjadi penggumpulan darah pada tungkai, darah yang kembali ke jantung berkurang. Akhirnya, relatif yang dipompa oleh jantung berkurang. Hal itu menimbulkan adanya penurunan sirkulasi darah ke otak.

Akibat Jika Sering Pingsan.
Jika terjadi berkepanjangan memang dapat menimbulkan kerusakan pada otak. Namun biasanya bila ada orang pingsan akan langsung ditidurkan, kemudian tungkainya dinaikkan. Maksudnya agar gravitasi aliran darah ke otak membaik kembali.

Pingsan dapat terjadi pada semua orang. Itu bisa disebabkan karena faktor bawaan atau hipersensitif dan stamina yang kurang. Bisa juga tidak pernah olahraga dan melatih otot-otot tungkai. Seperti yang diketahui, otot-otot tungkai membantu memompakan aliran darah ke jantung.

Jadi, pada mereka yang jarang olahraga akan mudah sekali pingsan. Bila berulang-ulang terjadi bisa berakibat tidak baik terutama pada anak-anak. Perkembangan otak dapat terganggu, sehingga menghambat gerak langkahnya bahkan membuat rendah diri.

Cara mencegah sering pingsan.
Untuk menentukan diagnosis umumnya dokter menganjurkan pemeriksaan yang disebut "tik test". Semacam meja, yang dapat dibuat horisontal atau vertikal sehingga dapat melihat reaksi terhadap perubahan posisi. Hasil test dapat digunakan sebagai acuan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu apa yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya pingsan, Dr. Hary memberi saran sewaktu gejala masih ringan, misalnya baru berdebar-debar cobalah sedikit menggerak-gerakkan tungkai (ada baiknya diupayakan sehalus mungkin agar tidak memancing perhatian orang lain dan menggangu acara). Bisa juga dengan cara batuk kecil. Kadangkala cara ini dapat membantu atau mengalihkan perhatian sesaat, apakah dengan memperhatikan peserta lain di depan kita satu persatu dari depan kita berdiri tentunya atau mengingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami, atau bisa juga dengan cara menyanyikan lagi yang kita sukai atau lagu-lagu pembangkit semangat, tentunya menyanyi tersebut dengan cara membantin saja (menggumamkan).

Selain itu dapat dengan melatih seni pernafasan seperti "Satria Nusantara". Gejala tersebut dapat dihilangkan dengan melakukan gerakan tarik nafas dalam-dalam, kemudian ditekan ke arah bawah pusar beberapa detik, lalu dilepaskan berlahan-lahan dan dilakukan secara berulang-ulang.

Tetapi bila gejala tidak berkurang, bahkan mulai berkeringan dingin dan kepala mulai terasa melayang, lebih baik segera mencari tempat duduk atau tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa aman, nyaman dan pulih kembali seperti sediakala. Apalagi kalau saat itu ada yang menawakan minuman segar, pasti sedap sekali.

Olahraga yang teratur seperti joging, bersepeda, berenang dan jenis lainnya yang dimanis akan menguatkan otot-otot tungkai, juga bermanfaat untuk mencegah sering pingsan (sinkop).

Penulis: Djudjur

Artikel Terkait Tips Kesehatan

1 Komentar Blogger

Anda Bisa Berkomentar menggunakan Akun Facebook

Silahkan Berkomentar