21 Agt 2009

Pengobatan Penyakit Nyeri Sendi (Rheumatik)

Penyakit-penyakit dengan gangguan persendian di masyarakat lebih sering diidentikkan dengan rheumatik. Meskipun sesungguhnya penyakit pada persendian banyak macamnya, seperti osteoartritis, rhematoid artritis, pirai, poliarteritis, dan lain-lain. Dengan semakin majunya iptek seiring dengan perbaikan tingkat ekonomi, maka penyakit-penyakit degeneratif makin meningkat. Ini disebabkan karena kecenderungan penyakit tersebut banyak ditemukan pada mereka yang berusia setengah baya, meskipun dapat jugs didapati pada anak muda.

Penyakit dengan gangguan persendian merupakan gangguan yang cukup berarti, dimana dapat menimbulkan gangguan fungsi pada sebagian penderita. Seperti yang dilaporkan di Amerika Serikat bahwa paling sedikit 26% orang dengan penyakit rheumatik mengalami kecacatan, dan diperkirakan hampir 10% nya menderita kecacatan yang berat. Dengan akibat yang demikian ini maka gangguan vokasional Bering didapati, dan paling sedikit menimbulkan kehilangan 27 juta hari kerja per tahun.

Penyakit sendi Lebih Seratus Macamnya
Rheumatik adalah semua keadaan yang disertai dengan adanya nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal, dan ini termasuk juga gangguan atau penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jaringan ikat (connective tissue). Tetapi jika gangguan utamanya terdapat pada sendi maka secara umum dikenal sebagai artritis.

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan rheumatik sekarang telah dikenal lebih dari 100 jenis. Penyebabnya sangat bermacam-macam, mulai dari infeksi yang spesifik, trauma, usia lanjut, gangguan metabolisme, kelainan imunologik serta sebab-sebab lain yang sampai sekarang belum diketahui.

Artritis merupakan penyakit pada gangguan persendian yang sangat mengganggu. Penyakit ini banyak menimbulkan penderitaan karena dapat mengakibatkan kecacatan yang menetap, meskipun tidak menyebabkan kematian seperti pada penyakit-penyakit kanker atau gangguan jantung. Tidak ada kelompok penyakit lain yang dapat menimbulkan gangguan dan penderitaan yang cukup lama dan begitu berat seperti penyakit rheumatik. Karena adanya kecenderungan penyakit rheumatik untuk menimbulkan kecacatan dengan gangguan fungsi, tanpa menyebabkan kematian maka penyakit sendi ini tergolong dalam satu kelompok penyakit kronik terberat, dipandang dari kepentingan sosial dan ekonomi.

Kombinasi Istirahat dan Latihan
Sendi yang meradang biasanya akan bertambah buruk dengan adanya pembebanan/penggunaan sendi tersebut. Semakin memberatnya peradangan tidak hanya akan menyebabkan nyeri dan gangguan fungsi raja tetapi juga kerusakan progresif pada sendinya. Mengistirahatkan dengan imobilisasi akan mengurangi peradangan lanjut, tetapi tidak boleh lebih dari 3 - 4 minggu untuk menghindari terganggunya fungsi karena kehilangan/kekurangan gerak.

Nyeri yang muncul sehingga mengakibatkan tidak dipakainya anggota gerak dan akan menimbulkan penyusutan otot (atropi) dan hilangnya mobilitas sendi. Sedangkan nutrisi tulang rawan sendi dan mineralisasi tulang sangat dipengaruhi pergerakan sendi dan kegiatan otot. Sehingga fungsi yang menurun malah potensial untuk memperburuk keadaan sendi. Latihan peregangan dan meningkatkan mobilitas sendi akan dapat me-ngurangi rasa nyeri. Tetapi tetap harus hati-hati dan bertahap.

Kombinasi Terapi
Penggunaan obat-obatan anti inflamasi non steroid seperti obat Rheumakur dan terapi fisik terutama ditujukan pada sendi-sendi penahan beban berat cukup efektif dalam menanggulangi gejala akin yang ada. Tetapi jika usaha dengan can ini gagal dan didapatkan adanya kerusakan struktural pada pemeriksaan fisik atau radiologis (rontgen) maka tindakaw pembedahan secara artrodesis atau afro plasti dapat dipertimbangkan.

Tindakan-tindakan rehabilitasi pada penderita rheumatik merupaka gabungan pengobatan secara medis dan fisioterapi. Dan bila perlu pembedaan merupakan alternatif pilihan yang perlu dipertimbangkan serta beberapa pelayanan penunjang lainnya. Kombinasi to rapi di atas dimaksudkan untuk mengembalikan pasien kepada fungsinya semula secara optimal. Meskipun derni kian, pertimbangan ekonomis dan ke praktisan tetap perlu menjadi dasar pertimbangan. Sehingga efektivitas, biaya dan risiko yang timbul tetap harus dibandingkan dengan hasil yang didapat.

Istirahat Yang Cukup
Dengan rehabilitasi yang baik serta tindakan konservatif diharapkan dapat meringankan penderitaan akibat nyeri. Dan mempertahankan fungsi persendian serta membantu pemulihan sesudah menjalani terapi pembedahan. Istirahat yang cukup akan meningkatkan perbaikan pada gangguan fungsi persendiannya. Baik pada peradangan sendi yang aktif maupun kelainan sendi degeneratif yang disertai dengan nyeri yang hebat, maka istirahat akan memberikan terapi yang cukup berarti. istirahat tidak harus selalu diartikan de-ngan bed rest, tetapi memberikan kesempatan dengan waktu yang cukup untuk beristirahat duduk atau rebahan. Atau dengan cara memperpanjang interval antara kerja, serta perlunya perubahan kegiatan lain untuk mencegah kelelahan dan mengurangi tekanan berlebih pada persendiannya.

Penderita dengan gangguan kaku sendi pada pagi hari sebaiknya melakukan latihan pada siang hari, disertai dengan penggunaan obat analgetika yang cukup sebelum timbul kekakuan/ kelemahan pada sore harinya. Umumnya kelemahan otot disebabkan karena kurangnya penggunaan karena hambatan nyeri sendi atau sebab lainnya. Sehingga sasaran latihan adalah untuk memperkuat dan menambah daya tahan otot. Untuk memperkuat otot memerlukan latihan, sedangkan untuk menggerakkan sendi yang biasanya nyeri maka perlu cara-cara tersendiri. Jika peradangan sudah mereda, kekuatan clan koordinasi telah dicapai maka pasien harus tetap berhati-hati. Pilih gerakan-gerakan yang tepat, hindari kedinginan serta keletihan yang berlebihan.

Penderita dengan gangguan persendian harus selalu dimotivasi agar dapat berpartisipasi dalam menjalani masamasa pemulihan clan pengobatannya. Dengan penanganan yang baik dan terprogram secara rapi biasanya akan didapatkan suatu hasil yang maksimal.

Pengobatan dengan anti inflamasi seperti Rheumakur yang berhasil akan me-ngembalikan penderita ke dalam tingkat status sosial dan pekerjaan sebaik mungkin. Usaha rehabilitasi yang baik sering menghasilkan pemulihan yang seutuhnya. Dan meningkatkan kemampuannya berpartisipasi dalam kehidupan sosial atau kemampuannya mengurus diri sendiri. Tetapi semuanya membutuhkan kesabaran tersendiri. Suatu hasil yang sangat diharapkan dan ditunggu para penderita.

Penulis : Dr. Wiwied S

Artikel Terkait Tips Kesehatan

2 komentar:

  1. nice post mas, kalo ada posting baru kabarin aku yah

    BalasHapus
  2. Thanks gan artikelnya... buat tambah-tambah artikelku

    BalasHapus